Dampak Konsumsi Makanan Tidak Bergizi terhadap Kesehatan dan Perkembangan Siswa
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pola konsumsi makanan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan siswa, khususnya pada usia remaja yang merupakan fase krusial pertumbuhan fisik dan kematangan kognitif. Namun, meningkatnya konsumsi makanan tidak bergizi di kalangan siswa, seperti makanan cepat saji dan jajanan tinggi gula, garam, serta lemak, menjadi permasalahan yang semakin mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konsumsi makanan tidak bergizi terhadap kesehatan fisik, perkembangan kognitif, serta aspek psikologis dan sosial siswa SMAK 7 Penabur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui kuesioner dan wawancara terstruktur. Data dikumpulkan selama dua minggu dengan melibatkan siswa sebagai responden utama. Hasil penelitian diharapkan dapat menggambarkan pola konsumsi makanan siswa, hubungan antara konsumsi makanan tidak bergizi dengan status kesehatan dan prestasi akademik, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan siswa. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan strategi edukasi gizi dan kebijakan sekolah guna mendukung terciptanya pola makan sehat dan peningkatan kualitas kesehatan serta perkembangan siswa secara menyeluruh.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments by Nature and Design. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Bryan, J., et al. (2004). Nutrients for Cognitive Development in School-aged Children. Nutrition Reviews, 62(8), 295–306.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Florence, M. D., et al. (2008). Diet Quality and Academic Performance. Journal of School Health, 78(4), 209–215.
Gómez-Pinilla, F. (2008). Brain Foods: The Effects of Nutrients on Brain Function. Nature Reviews Neuroscience, 9(7), 568–578.
Malik, V. S., & Hu, F. B. (2015). Fructose and Cardiometabolic Health: What the Evidence from Sugar-Sweetened Beverages Tells Us. Journal of the American College of Cardiology, 66(14), 1615–1624.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Pollitt, E., & Metallinos-Katsaras, E. (2007). Iron Deficiency and Child Development. Food and Nutrition Bulletin, 18(2), 102–114.
Rosenstock, I. M., Strecher, V. J., & Becker, M. H. (1988). Social Learning Theory and the Health Belief Model. Health Education Quarterly, 15(2), 175–183.
World Health Organization. (1999). Partners in Life Skills Education: Conclusions from a United Nations Inter-Agency Meeting. Geneva: WHO.