Fenomena Cyberbullying pada Peserta Didik SMA: Bentuk, Faktor Penyebab, dan Strategi Pencegahannya

Isi Artikel Utama

Febri Pramudya Wardani

Abstrak

Cyberbullying merupakan salah satu bentuk kekerasan digital yang semakin meningkat seiring dengan intensitas penggunaan media sosial di kalangan remaja, khususnya siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk cyberbullying yang terjadi di SMA di DKI Jakarta, faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku tersebut, serta dampaknya terhadap kondisi psikologis dan proses belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada dua SMA, yaitu satu sekolah negeri dan satu sekolah swasta di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa, guru BK, wali kelas, dan wakil kesiswaan, serta analisis dokumentasi dan observasi aktivitas digital siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk cyberbullying yang paling sering terjadi meliputi flaming, harassment, denigration, outing, dan exclusion, yang dilakukan melalui platform seperti Instagram, WhatsApp, TikTok, dan grup anonim. Faktor pendorong terjadinya cyberbullying di antaranya adalah rendahnya literasi digital, tekanan kelompok sebaya, lemahnya kontrol orang tua terhadap aktivitas online, serta budaya kompetisi dan popularitas di media sosial. Dampaknya sangat signifikan terhadap siswa korban, termasuk munculnya stres, kecemasan, penurunan motivasi belajar, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga ketidakhadiran berulang di sekolah. Penelitian ini merekomendasikan sekolah untuk memperkuat program literasi digital, membangun sistem pelaporan cyberbullying yang aman, melakukan kolaborasi dengan orang tua, serta mengintegrasikan pendidikan karakter berbasis empati dan etika digital dalam kurikulum. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah di DKI Jakarta dalam mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan cyberbullying yang lebih komprehensif.

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Fenomena Cyberbullying pada Peserta Didik SMA: Bentuk, Faktor Penyebab, dan Strategi Pencegahannya. (2025). Pelita Intermedia Scholar Analytics, 1(01), 22-31. https://doi.org/10.65594/rw2dnn26

Referensi

1. Antara News. (2025). PPAPP Jaksel tangani 12 kasus perundungan pada 2025. Antara News.

2. BeritaJakarta.id. (2025). Pemprov DKI luncurkan program Jakarta Aman Berinternet. Berita Jakarta.

3. CNN Indonesia. (2025). Tekanan media sosial dan gejala depresi pada pelajar Jakarta. CNN Indonesia Digital.

4. DetikNews. (2025). Fenomena penyebaran konten manipulatif di kalangan pelajar SMA. DetikNews.

5. Indonesia.go.id. (2025). Menkomdigi ingatkan masyarakat untuk lawan dan cegah cyberbullying. Indonesia.go.id.

6. Jakarta Insight. (2025). Perilaku penggunaan media sosial siswa SMA di DKI Jakarta. Jakarta Insight Digital Report.

7. Jakarta Post Digital. (2025). Hidden online groups among Jakarta’s high school students. The Jakarta Post Digital.

8. Kompas Digital. (2025). Laporan tren cyberbullying di sekolah Jakarta 2024–2025. Kompas.com.

9. Kompas.com. (2025). Dampak psikologis cyberbullying: Trauma berkepanjangan seperti luka fisik. Kompas Sains.

10. Kurniawan, A. (2023). Digital Ethics and Teen Behavior on Social Media. Journal of Youth Digital Literacy, 12(1), 33–48.

11. Livingstone, S., & Byrne, J. (2020). Bullying and cyberbullying: Risks, prevalence, and impact. Oxford University Press.

12. Nugroho, R., & Wijaya, T. (2022). Perundungan digital pada remaja: Perspektif sekolah dan keluarga. Jurnal Psikologi Remaja, 9(2), 115–129.

13. NU Online. (2025). Kolaborasi jadi kunci perangi cyberbullying pada anak dan remaja. NU Online.

14. Pratama, D. (2024). Cyberbullying and emotional distress among Indonesian high school students. Indonesian Journal of Educational Psychology, 18(2), 75–92.

15. Rahmawati, S. (2023). Literasi digital sebagai upaya pencegahan cyberbullying. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 51–67.

16. Tempo Cyber Review. (2025). Digital blackmail cases among private school students in South Jakarta. Tempo.co.

17. UNESCO. (2021). Protecting children online: Global challenges and solutions. UNESCO Publishing.

18. UNICEF Indonesia. (2022). Online safety and youth behavior report. UNICEF.

19. WhatsApp Safety Report. (2024). Teen online communication and privacy challenges. WhatsApp Transparency Report.

20. Yulianti, M. (2022). Pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap perilaku perundungan digital siswa SMA. Jurnal Teknologi Pendidikan, 20(3), 143–156.